Sejenak Bersantai

Sejenak beristirahat sembari take gambar pada saat melakukan monitoring lapangan. Fasilitator narsis dikit tidak apa-apalah yang penting jujur....

Suka duka

Suka duka pelaku pnpm mandiri perdesaan kecamatan Alu ketika melakukan kunjungan lapangan.

Diskusi pekerja

Diskusi antara pekerjan dengan pelaku pada saat trial pekerjaan yang dilakukan oleh fasilitator teknik.

Gambar hasi pelaksanaan

Hasil pelaksanaan pekerjaan prasaran jalan konstruksi rabat beton di salah satu desa kecamatan Alu pada tahun 2011.

How about this???

Monitoring yang dilakukan oleh pelaku kecamatan ke desa untuk memantau jalannya pelaksanaan pekerjaan yang sesuai denga bestek dan mekanisme program

Musyawarah desa

Musyawarah yang di desa dilaksanakan dengan hikmat dan partisipatif

Perjalanan dinas

Kondisi medan yang sangat sulit di kecamatan Alu membuat para pelaku harus kembali kejaman dulu dengan mengandalkan kuda sebagai sarana transportasi

Prasasti konvensional

Bentuk prasasti konvensional kreasi pelaku desa

Rombongan Musrenbang

Suka duka rombongan musrenbang ketika berkunjung ke salah satu desa paling sulit di kecamatan Alu...Luar binasa......!!!

Prasasti modern

Bentuk prasasti PNPM MP Kecamatan Alu yang sedikit lebih maju, menggunaka ukiran batu marmer....

Selasa, 16 Agustus 2011

Jenis jenis kerusakan jalan

Menurut Manual Pemeliharaan Jalan No : 03/MN/B/1983 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga,kerusakan jalan dapat dibedakan atas :
  1. Retak (cracking)
  2. Distorsi (distortion)
  3. Cacat permukaan (disintegration)
  4. Pengausan (polished aggregate)
  5. Kegemukan (bleeding or flushing)
  6. Penurunan pada bekas penanaman utilitas (utility cut depression)

Nah yang akan saya bahas di blog ini adalah:

  • Retak

Retak yang akan saya jelaskan cuma 2 yaitu Retak Halus dan Crocodille Crack

Retak Halus

žRetak Halus memiliki ciri-ciri: Lebar retakan <= 3mm
Penyebab:
- Bahan perkerasan kurang bagus
- Perkerasan bag. Bawah permukaan tidak stabil
Perbaikan
- LATASIR
- BURAS

Crocodille Crack
žCrocodille crack memiliki ciri-ciri: Lebar retakan > 3mm
Penyebab:
- Bahan perkerasan kurang bagus
- Perkerasan bag. Bawah permukaan tidak stabil
Perbaikan
- BURDA
- BURTU

- LATASTON

  • Cacat Permukaan


Cacat Permukaan

Tampak pada gambar tersebut permukaan jalan mengalami cacat pada permukaan, disini saya menyimpulkan retak yang terjadi karena permukaan jalan yang tidak bagus. Dapat dilihat disamping dan dibagian bawah masih rata. Mungkin untuk mnengambil kesimpulan cacat pada permukaan harus kita teliti lebih lanjut.

  • Pothole


Pothole

žTerjadi karena:
  1. Campuran material lapis permukaan jelek
  2. Lapis permukaan tipis
  3. Sistem drainase jelek
  4. Retak yang tidak ditangani dengan baik.

Penanganan Pothole dapat dilakukan dengan Perbaikan Permanen (Deep Patch)

1. Membersihkan lubang
2. Membongkar lapisan pondasi sampai yanng terkuat
3. Memberi lapis Tack Coat (sebagai pengikat)
4. Mengisi dengan campuran aspal
5. Memadatkan lapisan campur sesuai kondisi sekeliling

Source : http://ernimulyandari.wordpress.com/2011/05/12/kerusakan-jalan/

Konstruksi Jalan dan Jembatan

Jalan disini adalah jalan yang dapat berfungsi sebagai penghubung antar desa/kelurahan atau ke lokasi pemasaran, atau berfungsi sebagai penghubung hunian/perumahan, serta juga berfungsi sebagai penghubung desa/kelurahan ke pusat kegiatan yang lebih tinggi tingkatannya (kecamatan/kab/kota).
Jalan dibangun atau ditingkatkan untuk membangkitkan manfaat-manfaat bagi masyarakat, seperti :
Membuka isolasi; Mempermudah pengiriman sarana produksi;
Mempermudah pengiriman hasil produksi ke pasar, baik yang di desa maupun yang diluar, dan
Meningkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk kesehatan, pendidikan dan penyuluhan.
Jenis-jenis konstruksi jalan dibedakan atas 3, yaitu Jalan Tanah, Jalan Diperkeras dan Jalan Beraspal.
Jalan Tanah, merupakan badan jalan tanah yang tidak diberikan lapis perkerasan sebagai penutup dan dipadatkan. Jalan ini dapat merupakan jalan tanah didaerah galian atau didaerah timbunan.
Untuk dapat melindungi badan jalan dari pengaruh lalu lintas atau perubahan alam, maka diatas badan jalan diberi lapisan perkerasan (Jalan Diperkeras dan Jalan Beraspal). Jenis lapis perkerasan yang umum dipergunakan dalam pembangunan jalan adalah :
Jalan Beraspal :
1. Lapis Permukaan Buras (Pelaburan Aspal), merupakan hasil penyiraman/penyomprotan aspal diatas permukaan jalan, kemudian ditabur dengan pasir dan dipadatkan sebagai lapis penutup.
2. Lapis Penetrasi Makadam (Lapen), dimana bahan perkerasan terdiri dari susunan batu pokok (3-5cm), batu pengunci (1-2cm) dan batu penutup (pasir) dan campuran aspal panas sebagai pengikat diantara tiap lapisan dan dipadatkan sebagai lapis penutup.
3. Lapis Asbuton Agregat (Lasbutag), dimana bahan perkerasan terdiri dari campuran agregat kasar (batu 3-5cm), agregat halus (batu 2-3cm), bahan pelunak/peremaja dan aspal buton yang dicampur secara dingin sebagai pengikat dan dipadatkan sebagai lapis penutup.
Lingkup pekerjaan Pembangunan Jalan Beraspal dibatasi dengan prioritas (1). Perbaikan jalan beraspal yang telah ada (2). Peningkatan jalan Diperkeras yang telah ada.
Jalan Diperkeras :
4. Perkerasan sirtu/kerikil (pasir campur batu), dimana bahan perkerasan Sirtu terdiri dari campuran pasir batu yang langsung diambil dari alam (sungai) atau campuran antara kerikil ukuran 2 – 5 cm dengan pasir urug. Ketebalan minimum perkerasan Sirtu ini adalah 10 cm.
5. Perkerasan batu belah (telford), terdiri atas pasir urug, batu belah, batu pengisi dan batu tepi. Batu belah disusun sesuai dengan spesifikasi diatas alas pasir urug dengan ketebalan 20 cm. Badan jalan harus sudah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum pasir dihamparkan. Perkerasan Telford harus bebas dari akar, rumput atau sampah dan kotoran lain. Untuk ketebalan pasir urug minimal 3 cm.
6. Perkerasan Makadam Ikat Basah (Waterbound Macadam), bahan perkerasan Makadam terdiri atas agregat pokok ukuran 3 - 5 cm, agregat pengunci dengan ukuran 1 – 2 cm dan pasir penutup.
7. Perkerasan Beton Tumbuk (Rabat Beton), dibuat dari bahan semen pasir dan kerikil dengan perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerilil/batu pecah. Perkerasan ini dipergunakan untuk jalan lingkungan/permukiman atau di daerah yang tanah dasarnya labil, mudah pecah, lembek, pada turunan/tanjakan dan diatas singkapan batu. Tebal perkerasan rabat beton ini minimal 7 cm.
Bangunan Pelengkap Jalan
Infrastruktur Bangunan Pelengkap Jalan dapat berupa (1). Gorong-gorong yang berfungsi untuk mengalirkan air yang melewati badan jalan dan (2) Penahan Lereng/Tebing Jalan yang berfungsi untuk menahan terjadinya kelongsoran tanah ke badan jalan atau kelongsoran badan jalan dan (3). saluran samping jalan.
Penjelasan lebih detail system dan spesifikasi Jalan mengacu pada Pedoman Sederhana Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Puslitbang Jalan- Dep. PU, 1996.
DRAINASE
Kegiatan drainase disini dapat meliputi saluran pembuangan air hujan di permukiman, termasuk sumur resapan.

JEMBATAN
Jembatan adalah suatu bangunan konstruksi di atas sungai atau jurang yang digunakan sebagai prasarana lalu lintas darat.
Tujuan dari pembangunan jembatan di perdesaan adalah untuk sarana penghubung pejalan kaki atau lalu-lintas kendaraan ringan di perdesaan. Konstruksinya sederhana dengan mempertimbangkan sumberdaya setempat (tenaga kerja, material, peralatan, teknologi) sehingga mampu dilaksanakan oleh masyarakat setempat.
Jenis jembatan dikembangkan antara lain terdiri dari : (1). Jembatan Beton, Pelimpas/Bronjong/Batu; Jembatan Gantung; Jembatan Gelagar Besi; Jembatan Kayu, dll.
Penjelasan lebih detail system dan spesifikasi Jembatan mengacu pada Pedoman Sederhana Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Puslitbang Jalan- Dep. PU Tahun 1996 .

Survai Teknis Perencanaan Jalan
Langkah-langkah pelaksanaan survey teknis-nya adalah sebagai berikut :
a. Pemasangan Patok Bench Mark (BM), meliputi;
Patok BM dibuat dari kayu kasau (5 x 7) cm panjang 1 (satu) meter.
Patok BM ditanam sedalam 50 cm di dalam tanah dan 50 cm berada di atas tanah.
Identitas patok BM dengan di beri nomor (BM No: 1,2, dst…), dan patok BM tersebut harus jelas tertera di dalam gambar peta ukur dengan disebutkan nomor BMnya.
b. Pengukuran Teknis
Cara Pengukuran Jalan dapat dilakukan secara sederhana yaitu dilakukan dengan cara Survai Antar Patok (SAP), VAP, MAP yang sudah disediakan formulirnya (lihat Lampiran 1-2) terdiri dari :
Survai antar patok untuk informasi dasar.
Volume antar patok untuk meghitung volume kegiatan.
Prakiraan tenaga kerja untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja.
Dalam melakukan survai lapangan untuk jalan desa yang dilakukan oleh masyarakat maka kegiatan survey cukup dilakukan tanpa menggunakan alat-alat ukur sederhana yang ada dan dapat digunakan oleh masyarakat desa, seperti pita ukur, selang air, dll.
Contoh Format Survey Jalan sebagaimana form : ST1s/ ST3, terlampir.

Survai Teknis Prasarana Jembatan
Memilih Lokasi jembatan sebaiknya pada :
Bentang sungai/jarak terpendek
Daerah sungai yang lurus
Lokasi tanah keras
Di tebing sungai yang tidak terlalu tinggi/curam
Lurus dengan atau pada jalan yang ada
Mengumpulkan informasi jembatan yang akan dibangun :
Lebar dan kedalaman sungai
Situasi dan kondisi disekitar calon jembatan
Mengukur tinggi muka air normal dan tinggi muka air banjir, didapat dari informasi penduduk sekitar lokasi.

Kriteria desain pembangun jalan yang perlu diperhatikan :

1. Jalan Aspal (Buras/Lapen/Lasbutag) :
Lebar badan jalan minimal 2,50 m;
Lebar bahu jalan / berm minimal 0,50 m (kiri + kanan = 1,00m)
Kemiringan tanjakan / menurun jalan maximal 12 %
Panjang tanjakan / turunan maximal 150 Mtr
Memakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
Harus sudah ada Lapis Pondasi Bawah (LPB) minimal 1 tahun;

2. Jalan Tanah/Kerikil (Sirtu) :
Lebar badan jalan minimal 2,50 m;
Lebar bahu jalan / berm minimal 0,50 m (kiri + kanan = 1,00m)
Kemiringan tanjakan / menurun jalan maximal 12 %
Kemiringan Punggung Jalan minimum 3%
Kemiringan Bahu Jalan minimum 3-6%
Panjang tanjakan / turunan maximal 150 Mtr
Memakai saluran kiri dan kanan (kondisional)

3. Jalan Telford / Macadam :
Lebar badan jalan minimal 2,50 M
Lebar badan jalan / berm minimal 0,50 M (kiri + kanan = 1,00 Mtr)
Memakai batu tepi
Kemiringan tanjakan /menurun jalan maximal 12 %
Panjang tanjakan / turunan maximal 150 M
Memakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
Catatan : dijalan menurun / tanjakan kemiringan yang lebih dari 12 % dapat diberi konstruksi beton/aspal.

4. Jalan Rabat Beton :
Lebar badan jalan minimal 1,50 M
Kemiringan tanjakan /menurun jalan maximal 12 %
Tebal rabat minimal 7 CM (kondisional)
Permukaan rabat dibuat kasar/tidak licin;
Memakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
Untuk pembangunan gorong-gorong dapat digunakan bahan dari pasangan batu kali atau buis beton dengan memperhatikan kriteria :
Diameter minimal 30 CM
Ada dinding pengaman pondasi minimal 1,00 Mtr
Ada buick dinding minimal 0,80 Mtr
Ada Bak kontrol (Inlet/outlet )
Ada bangunan pelimpah (kondisional khusus outlet)
Catatan : apabila diameter <30 CM maka diganti dengan konstruksi plat beton (plat duicker) Kriteria desain pembangun jembatan yang perlu diperhatikan : 1. Jembatan Beton : Panjang bentang bersih maximal 6 M Dilengkapi dinding pengaman pondasi Perlu pengawasan lebih intensif Posisi jembatan tidak berada di tanjakan/turunan jalan dan tikungan sungai Catatan : apabila usulan >6M maka design harus mendapat persetujuan dari KMW

2. Jembatan Gantung :
Panjang bentang bersih maximal 60 M
Lebar lantai bersih maximal 1,20 M
Menggunakan kabel seling pengaman yang cukup;
Posisi jembatan tidak berada di tanjakan/turunan jalan dan tikungan sungai
Catatan : apabila usulan >60Mtr maka design harus mendapat persetujuan dari KMW

3. Jembatan Gelagar Besi/Jembatan Besi :
Memakai lantai kayu, tebal minimal : 10 CM
Panjang bentang bersih maximal 10 Mtr;
Jumlah gelagar besi minimal 3 ruas
Memakai landasan roda
Posisi jembatan tidak berada di tanjakan/turunan jalan dan tikungan sungai
Bila tidak diberi perlindungan lantai (permukaan lantai ditutup aspal + grosok) maka harus ada landasan untuk roda kendaraan;
Catatan : apabila usulan >10Mtr maka design harus mendapat persetujuan dari KMW

Kamis, 11 Agustus 2011

MODEL PROSES MANAJEMEN PERUBAHAN

Manajemen Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi. Perubahan dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut
Tujuan dan manfaat perubahan
Perubahan mempunyai manfaat bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, tanpa adanya perubahan maka dapat dipastikan bahwa usia organisasi tidak akan bertahan lama. Perubahan bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap dinamis dalam menghadapi perkembangan jaman, kemajuan teknologi dan dibidang pelayanan kesehatan adalah peningkatan kesadaran pasen akan pelayanan yang berkualitas

Model Perubahan Manajemen (Lewin Schein), ada tiga tahap yaitu :
UNFREEZING : Pencairan Kembali
CHANGING : Perubahan
REFREEZING : Pembekuan kembali
Tahap unfreezing merupakan tahap dimana adanya unsur – unsur berupa motivasi untuk berubah dengan mengetahui kendala yang dihadapi dalam mengelola perusahaan, adanya pemimpin yang kharismatik, dan peningkatan yang nyata serta mengidentifikasi kesukaran yang akan dihadapi perusahaan dengan interaksi yang komplek antara IT dan kebudayaan dan reaksi terhadap perubahan.
Pada tahap unfreezing perencanaan terhadap perubahan ditujukan pada isu. Kendala yang ada sebagai motivator yaitu menjadi organisasi sungguh-sungguh sedang mengalami kegagalan dan melewatkan kesempatan meraih keuntungan yang sangat potensial. Keuntungan nyata suatu pekerjaan sebagai motivator (Real Job Benefits as Motivator) menambah jalan karier individu dalam pekerjannya.
Tujuan utama pada tahap unfreezing ini adalah untuk menciptakan iklim perubahan dan menjamin pendukung pada hal-hal yang terlibat dalam proses perubahan tersebut. Intinya, adalah membangun kemauan untuk berubah dan membuka diri pada perubahan tersebut.
Tahap change (perubahan) yaitu mendefinisikan objek dengan baik, komunikasi, perencanaan yang meliputi kepemimpinan, orang yang tepat, membangun tim dan sumber daya, kemudian memanaj stake holder, serta rencana untuk menghadapi resistance for change. Pengimlementasian perubahan (change) dilakukan dengan kepemimipinan dan fasilitasnya, mendapatkan orang yang sesuai, membangun tim, serta sumber daya yang terjamin.
Pada tahapan ini biasanya timbul berbagai resistensi yang disebabkan oleh beberapa hal seperti:
- Kehilangan "muka" alias kehormatan atau harga diri
- Kehilangan kekuasaan
- Ketidakpastian
- Kejutan karena hal-hal baru
- Keraguan untuk bisa melakukannya (Can I do it?)
- Menjadi berbeda dari sebelumnya
- Kerja tambahan karena harus belajar hal baru
- dsb
Lewin-Schein model menyarankan agar sukses pada tahap kedua ini, penting untuk memiliki tujuan dan sasaran yang terdefinisi dengan jelas dan dikomunikasikan dengan orang-orang yang terlibat dalam proses perubahan tersebut.
Tahap refreezing
Tahap ketiga adalah memformalkan sistem dan proses yang baru tersebut menjadi norma/aturan organisasi. Di tahapan ini juga harus bisa mengenali resistensi yang terjadi di organisasi atau diri kita sehingga perubahan yang sudah diimplementasikan tidak sia-sia dan kembali ke kondisi sebelumnya. Setelah memahami penyebab resistensi (seperti yang sudah di list di tahap change), baru bisa menyusun strategi untuk mengatasinya. Salah satu tips untuk refreezing adalah sistem reward. Setiap kali perubahan berhasil dilakukan, berikan reward sehingga bisa memotivasi untuk terus melakukan perubahan tersebut dan meninggalkan cara lama.
Beberapa hal dalam tahap refreezing :
• Menginstitusikan perubahan dan penanganan lingering resistance atau mengatasi hal-hal yang menentang perubahan.
• Mengatasi penentangan terhadap perubahan
• Mempertahankan perubahan itu
Refreezing merupakan proses institusionalisasi system untuk menjadi norma organisasi. Kebutuhan akan sistem informasi harus dipenuhi. Manager mungkin membutuhkan perubahan terhadap kebiasaan lama. Mungkin juga dipengaruhi oleh pendapatan (income), status, serta kekuasaan individu yang sifatnya menghambat.
Tahapan perubahan-perubahan positif dan negatif
Siklus Positif terdiri dari lima tahap yaitu :
- Uninformed optimism, Merupakan tahap awal dari usaha untuk berubah dan mempercayai segala sesuatuny akan sesuai engan perencanaan.
- Informed pessimism, Mulai memahami adanya kesulitan, keraguan, dan pemusatan perhatian.
- Hopefull realism, Dukungan dan kenaikan yang nyata telah diterima.
- Informed optimism, Kepercayaan dibangun sebagai penyelesaian.
- Completion, Kepuasaan dari keberhasilan dan pencapaian objektivitas
Siklus negative terdiri dari tujuh tahap yaitu
- Immobilization ( kelumpuhan / tidak bergerak), Informasi mengguncang system yang ada.
- Denial, Mengasumsikan posisi akan menjadi kabur
- Anger, Merasa tidak membutuhkan bantuan. Helplessness : keadaaan ketidakberdayaan
- Bargaining (perundingan), Orang menyuarakan aspirasi dan terlibat dalam perubahan.
- Depression, Merasa tidak berdaya untuk mengubah nasib.
- Testing, Kepercayaan dibangun dan dapat menyesuaikan.
- Acceptance, Bekerjasama untuk mendukung perubahan.
Burner (2000:462) mengemukakan bahwa perubahan organisasional dapat di lihat sebagai produk dari tiga proses organisasi yang bersifat interdependen, yaitu :
1. The choice proses : yang berkaitan dengan sifat, lingkup dan focus pengambilan keputusan.
2. The trajectory proses : yang berhubungan langsung dengan masa lalu organisasi dan arah masa depan dan hal tersebut terlihat seperti hasil dari visinya, maksud dan tujuan masa depan.
3. The change proses yang menyakup pendekatan pada mekanismeuntuk mencapai dan hasil perubahan
Proses perubahan ini saling tergantung karena proses perubahan sendiri merupakan bagian integral dari trajectory prosess dan pada gilirannya merupakan bagian vial dari the chice prosess. Ketiga proses akan menjelaskan untuk menujukkan kompleksitas dan interdepedensi, dan juga memberikan arahan untuk membuat model manajemen perubahan dalam praktik.

Rabu, 10 Agustus 2011

Rumus 7 PNPM Mandiri

Munculnya ide penyusunan rumus 7 adalah untuk membantu para pelaku PNPM dalam mendukung pelaksanaan tugasnya di lapangan, khususnya yang berhubungan dengan pembuatan RAB prasarana fisik di PNPM Mandiri dan program lainnya. Disajikan dengan bentuk dan cara yang sederhana, diberikan contoh pemakaian sehingga diharapkan mudah dipelajari, gampang diingat serta yang paling penting bisa dipraktekkan oleh siapa saja yang pernah membacanya.

1. RUMUS (1): Cara Mengukur Debit Air

TUJUAN:
Untuk mengetahui besarnya volume air yang mengalir agar dapat membuat estimasi jumlah penduduk yang bisa menikmati air bersih atau luas sawah yang dapat diairi. Volume air yang mengalir disebut “Debit air” dan diukur dengan satuan Liter per Detik.

CARA MENGUKUR:
Terdapat dua cara yang dapat dipakai di lapangan dengan peralatan sederhana.

1. Menggunakan ember dan jam tangan yang ada jarum detik. Dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember dengan penuh. Besarnya isi ember harus diketahui, misalnya 5 liter. Pengukuran dilakukan tiga atau empat kali dan menggunakan hasil rata-rata.
CONTOH SOAL:

Ember 8 liter. Terisi setelah 15 detik, 12 detik, 17 detik, dan 12 detik
15 + 12 + 17 + 12 = 56, atau rata-rata 14,0 detik

Debit air adalah 8 liter dibagi 14 detik, sama dengan 0,57 liter per detik.


2. Menggunakan jam tangan yang ada jarum detik dan alat mengukur panjang (pita ukur, meteran). Metode ini menggunakan rumus Debit = Kecepatan X Luas Penampang. Basah. Penampang boleh berbentuk segi empat panjang, atau trapesium, atau bentuk bebas. Penampang diperkirakan dengan satuan M2. Kecepatan diukur dengan melihat berapa detik diperlukan untuk benda ringan mengalir sekian meter, dengan satuan Meter per Detik.

CONTOH SOAL:

  1. Air mengalir pada saluran yang berbentuk trapesium. Dalamnya air adalah 40 cm. Dasar trapesium berukuran 30 cm. Lebarnya trapesium di permukaan air adalah 60 cm. Benda ringan perlu 12 detik untuk berjalan 5 meter.Luas Penampang Basah adalah (0,30+0,60)/2 X 0,40 = 0,18 M2Kecepatan air adalah 5,0 / 12 = 0,417 M/detikDebit air adalah 0,18 M2 X 0,417 Meter/Detik = 0,075 M3/Detik atau 75 Liter/Detik.
  2. Bagaimana mengukur debit untuk saluran berbentuk penampang bebas (saluran alam?) palagi yang cukup besar seperti anak sungai untuk sumber irigasi?


Metode yang paling umum menggunakan prinsip matemakika dari kalkulus, yaitu benda dibagi menjadi banyak segi empat panjang, seperti contoh di bawah ini:




Sungai dibagi lima bagian. Pertengahan bagian pertama adalah L/10 dari pinggir. Kemudian pertengahan keempat kotak lainnya adalah L/5 di sebelah kanan. Pertengahan kotak terakhir seharusnya L/10 dari tebing sebelah sana.





Luas penampang basah adalah jumlah luas dari lima kotak, dengan kedalamannya seperti yang dapat diukur di titik A, B, C, D, dan E. Lebarnya tiap kotak adalah seperlima dari lebar saluran/sungai.

Misalnya kedalaman air di A = 0,9 meter Lebar = 9 meter
B = 1,2
C = 1,0
D = 0,3
E = 0,5

Penampang basah adalah (0,9 + 1,2 + 1,0 + 0,3 + 0,5) X 9,0/5 = 3,9 X 1,8 = 7,02 M2

Debit air adalah luas penampang basah kali kecepatan air:

7,02 M2 X 0,85 M/detik = 5,97 M3/detik

Semakin banyak bagian, semakin tepat perkiraannya. Minimal dibagi lima. Kalau dasar sungai banyak variasi, sebaiknya lebar sungai dibagi sepuluh. Bisa juga memilih angka yang mudah dalam pembagian – jika lebar 9,60 meter akan lebih mudah jika dibagi 6 atau 8 bagian (80 cm atau 60 cm).

2. RUMUS (2): Cara Menghitung Jumlah Semen yang Harus Dipesan


TUJUAN:
Untuk mengetahui jumlah zak semen yang harus dipesan untuk membangun suatu benda dari beton dengan mutu (kekuatan) tertentu yang diinginkan. Semen bisa dalam zak ukuran 40 kg/zak atau 50 kg/zak, dan boleh untuk beton dengan campuran 1:2:3 atau 1:2:4 yang sering dipakai di lapangan.

CARA MENGHITUNG:
Seleksi proporsi campuran beton ditentukan oleh perancang. 1:2:3 lebih kuat daripada 1:2:4, tetapi 1:2:4 cukup kuat untuk banyak macam bangunan yang tidak perlu kekuatan yang tinggi, seperti pekerjaan rabat beton atau fondasi. Ukuran zak semen tergantung apa yang ada di pasar.
Rasio 1:2:3 merupakan perbandingan volume bahan yang dipakai untuk membuat beton. Beton terdiri dari Semen PC, pasir, dan batu split (batu pecah kecil). Rasio 1:2:3 berarti untuk tiap ember semen, harus pakai dua ember pasir dan empat ember split, ditambah sejumlah air bersih. Ada rasio lain yang juga dapat dipakai, dan perhitungannya sedikit berbeda.


Untuk memudahkan pengecekan pekerjaan, boleh menggunakan kotak di bawah ini:


Langkah pertama adalah untuk menghitung volume, dengan rumus panjang kali lebar kali tebal, tetapi semua harus pakai satuan yang sama.
Volume adalah 100 meter X 0,15 meter X 0,60 meter = 9,0 M3
Kubutuhan semen adalah 6,5 zak per tiap M3, atau
9,0 M3 X 6,5 zak/M3 = 58,5 zak Beli 59 zak


3. RUMUS (3): Perhitungan Tanjakan


TUJUAN:
Dapat menghitung kemiringan tanjakan jalan, dalam persen.

CARA MENGHITUNG:
Rumus cukup sederhana, karena tanjakan adalah rasio antara beda tinggi dengan jarak horisontal (datar), seperti contoh di bawah ini. Mohon diperhatikan, jarak horisontal akan lebih pendek daripada jarak mengikuti permukaan jalan. Selisih panjangnya dianggap Nol untuk kemiringan di bawah 12%, 1% untuk tanjakan di bawah 20%, 2% untuk tanjakan 25%, dan 3% untuk tanjakan 30%. [Tidak perlu khawatir salah estimasi. Kalau dihitung dengan perkiraan 21% tetapi mendapat hasil kurang lebih 18%, menggantikan faktor pengurangan dari 2% menjadi 1% -- hasil tak kan jauh berbeda.


Tanjakan dalam persen adalah Beda Tinggi / Jarak Horisontal X 100%





CONTOH SOAL:
Perbedaan tinggi diukur menjadi 6,25 meter.
Jarak horisontal adalah 82 meter. (Jarak menurut pemukaan hanya 82,14 m)
Tanjakan adalah 6,25 / 82 X 100% = 7,6%



4. RUMUS (4): Menghitungan Volume Batu untuk Jalan Telford

TUJUAN:
Untuk menghitung jumlah batu yang perlu disediakan untuk menjadi lapisan batu utama pada jalan Telford.







CARA MENGHITUNG:
Kebutuhan batu dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan rumus di bawah ini:
Jumlah batu (M3) = Tebal lapisan batu X lebar perkerasan X panjang jalan X Faktor Loss
Tebal dan lebar jalan harus dalam satuan meter, jangan centimeter. Panjang harus dalam satuan meter, jangan kilometer.

Faktor Loss (Kehilangan) disepakati 1,3 untuk batu gunung maupun batu kali. Hanya untuk jalan Telford, batu harus dipecahkan agar memiliki minimal tiga bidang pecah. Batu bulat tidak akan saling terikat. Faktor loss disebabkan bahwa batu yang disusun rapi tidak makan tempat sebanyak batu yang masih acak-acakan. Kemudian ada sedikit batu hilang dalam proses pemecahan batu, terhanyut pada saat hujan, atau dibawa pulang dengan tidak sengaja.

CONTOH SOAL:
Jalan Telford dengan lapisan batu utama 15/20 dan lebar perkerasan 3,00 meter akan dipasang sepanjang 3,2 kilometer. Harus pesan batu berapa kubik batu?


Kebutuhan batu adalah 0,20 meter X 3,00 meter X 3200 meter X 1,3 = 2.496 M3


5. RUMUS (5): Estimasi Jumlah Pemakai Air Bersih

TUJUAN:
Dapat mengestimasikan kebutuhan air bersih untuk sejumlah penduduk, atau sebaliknya dapat mengestimasikan jumlah penduduk yang dapat dilayani suatu debit air.

CARA MENGHITUNG:

Rumus yang paling sederhana adalah 1 liter per detik mampu melayani 1000 orang di desa untuk semua kebutuhan manusia. Jadi dapat menghitung kebutuhan air dengan membagi jumlah penduduk dengan 1000 – hasilnya langsung dalam satuan liter per detik.

Alternatif adalah menghitung jumlah penduduk dengan diketahui debitnya. Debit dalam liter per detik dikalikan 1000 untuk langsung mendapat jumlah orang.

CONTOH SOAL:
  1. Debit 2,4 liter per detik mampu melayani berapa orang? 2,4 liter/detik X 1000 orang/(1 liter/detik) = 2400 orang
  2. Dua dusun dengan pendukuk 800 manusia dan 1100 manusia perlu debit sebesar apa?

Jumlah penduduk adalah 800 + 1100 menjadi 1900
Dengan pakai rumus atas,

1900 orang/(1000 orang/(1 liter/detik) = 1,9 liter per detik

Catatan: Jika sumber air sangat terbatas, dan masyarakat setuju untuk menggunakan air hanya untuk air minum dan masak, air sebanyak 1 liter/detik masih mampu untuk mencukupi kebutuhan 2000 orang.


6. RUMUS (6): Estimasi Ketinggian Tiang atau Gedung


TUJUAN:
Sering terjadi ada benda yang harus diperkirakan tingginya, misalnya tiang listrik, pohon, atau gedung. Dengan metode ini, dapat dibuat estimasi dengan sederhana tanpa alat khusus. Jeleknya, metode ini hanya bisa dipakai bila ada matahari dan bayangan benda terlihat.

CARA MENGHITUNG:
Rumus ini didasarkan atas fakta bahwa perbandingan antara tinggi sebenarnya dan panjangnya bayangan akan sama untuk semua benda, dengan persyaratan bayangan jatuh pada tanah relatif datar.







CONTOH SOAL:
Tinggi mistar = 60 cm
Panjang bayangan mistar = 90 cm
Panjang bayangan pohon = 8 meter
Tinggi pohon = 60 cm / 90 cm X 8 meter = 5,33 meter



7. RUMUS (7): Estimasi Kebutuhan Debit Air untuk Irigasi


TUJUAN:
Dengar melihat suatu sumber air, bisa diperkirakan air tersebut dapat mengairi sawah berapa hektar. Debit air (liter per detik) diestimasikan dengan rumus yang diberi di atas. Sebaliknya, dapat menghitung jumlah air yang dibutuhkan untuk mengairi suatu wilayah sawah.

CARA MENGHITUNG:
Untuk memperkirakan kebutuhan air untuk sawah, boleh menggunakan rumus yang sangat sederhana (yang sebenarnya berlaku untuk seluruh proyek irigasi yang ukuran kecil atau sedang. Untuk proyek irigasi yang sangat besar, kebutuhan air per hektar lebih kecil.


Debit yang dibutuhkan = 1,75 liter per detik per hektar sawah
CONTOH SOAL:
    1. Ada sawah 30 hektar yang mau diairi melalui saluran irigasi baru. Berapa debit air diperlukan untuk kegiatan ini? Debit = 30 hektar X 1,75 liter/detik/hektar = 52,5 liter per detik.
    2. Ada saluran yang kapasitasnya 0,085 M3 per detik. Berapa luas sawah yang dapat diairi?

    Langkah pertama adalah untuk mengkonversi debit ke satuan liter/detik
    0,085 M3 /detik = 85 liter per detik
    Luas Sawah = 85 liter/detik / 1,75 liter/detik/hektar = 48,6 hektar

    Demikian rumus 7 yang sering dipergunakan dalam perhitungan RAB untuk beberapa prasaran yang sering di jumpai di PNPM mandiri, semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

    Selasa, 09 Agustus 2011

    Pendekatan leverage terhadap nilai suatu perusahaan


    Tujuan utama perusahaan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan dan memaksimumkan kemakmuran pemilik perusahaan. Kemakmuran dari pemilik perusahaan ini tergantung dari nilai perusahaan tersebut. Tugas yang berat disandang oleh manajer keuangan.
    Manajer keuangan di suatu perusahaan mempunyai tugas memaksimalkan nilai perusahaan. Salah satu tugasnya adalah dalam hal financial decision, yaitu berkaitan dengan sumber-sumber dana yang ada. Keputusan yang diambil adalah menentukan komposisi sumber dana bagi perusahaan. Sumber dana ini berhubungan dengan struktur modal. Sumber dana bagi perusahaan :
    • Internal --> laba ditahan
    • Hutang
    • Mengeluarkan saham

    Nilai suatu perusahaan dapat dilihat dari harga sahamnya. Jika harga saham tinggi maka nilai perusahaan juga tinggi, dan sebaliknya jika harga saham turun maka nilai perusahaan juga rendah.
    Nilai saham dipengaruhi oleh laba perusahaan. Bagaimana menghitung laba perusahaan ?
    Penjualan - HPP = laba operasi
    Laba operasi - biaya-biaya = EBIT (earning before interest and taxes)
    EBIT - biaya bunga = EBT (earning before taxes)
    EBT – Tax = EAT (earning after taxes)
    EAT (laba perusahaan bersih) ini diperuntukkan dua hal yaitu :
    1. Laba ditahan --> untuk membiayai pertumbuhan (growth)
    2. Dividen --> keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham

    Konsep Leverage
    Arti leverage secara harfiah ( literal ) adalah pengungkit. Pengungkit biasanya
    digunakan untuk membantu mengangkat beban yang berat. Dalam keuangan, leverage
    juga mempunyai maksud yang serupa. Lebih spesifik lagi, leverage bisa digunakan
    untuk meningkatkan tingkat keuntungan yang diharapkan.
    Leverage dibagi menjadi dua, yaitu leverage operasi dan leverage keuangan
    Operating laverage
    Operating leverage bisa diartikan sebagai seberapa besar perusahaan menggunakan beban tetap operasional. Beban tetap operasional biasanya berasal dari biaya depresiasi, biaya produksi dan pemasaran yang bersifat tetap (misal gaji bulanan karyawan). Sebagai kebalikannya adalah beban (biaya) variabel operasional. Komposisi biaya tetap atau variabel yang berbeda mempunyai implikasi yang berbeda terhadap resiko dan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan.

    Secara formal DOL bisa dituliskan sebagai berikut :

    DOL = (∆% Perubahan EBIT)/(∆% Perubahan Penjualan)

    Artinya sejauh mana dampak perubahan penjualan terhadap perubahan EBIT

    Perusahaan yang menggunakan biaya tetap dalam proporsi yang tinggi (relatif terhadap biaya variabel) dikatakan menggunakan operating leverage yang tinggi.
    Dengan kata lain Degree of Operating Leverage ( DOL ) untuk perusahaan tersebut tinggi. Perubahan penjualan yang kecil akan mengakibatkan perubahan pendapatan yang tinggi ( lebih sensitif ). Jika perusahaan mempunyai Degree of Operating Leverage ( DOL ) yang tinggi, tingkat penjualan yang tinggi akan menghasilkan pendapatan yang tinggi. Tetapi sebaliknya, jika tingkat penjualan turun secara signifikan perusahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan demikian DOL seperti pisau dengan dua mata yaitu bisa membawa manfaat dan sebaliknya bisa merugikan.


    Leverage Keuangan ( Financial Leverage )
    Leverage keuangan bisa diartikan sebagai besarnya beban tetap keuangan
    (financial) yang digunakan oleh perusahaan. Beban tetap keuangan tersebut biasanya berasal dari pembayaran bunga untuk hutang yang digunakan oleh perusahaan. Oleh karena itu leverage keuangan berkaitan dengan struktur modal perusahaan. Struktur modal merupakan bauran dari hutang, saham biasa dan saham preferen yang direncanakan perusahaan untuk menambah modal.


    Perusahaan yang menggunakan beban tetap (bunga) yang tinggi berarti
    menggunakan hutang yang tinggi. Perusahaan tersebut dikatakan mempunyai leverage keuangan yang tinggi yang berarti Degree of Financial Leverage ( DFL ) untuk perusahaan tersebut juga tinggi.

    Secara formal DFL bisa dituliskan sebagai berikut :
    DFL = (∆% EPS)/(∆% EBIT)

    Artinya sejauh mana dampak perubahan EBIT terhadap perubahan EPS (earning per share)

    Degree of Financial Leverage ( DFL ) mempunyai implikasi terhadap EPS/laba per saham perusahaan. Untuk perusahaan yang mempunyai DFL yang tinggi,
    perubahan EBIT ( Earning Before Interest an Taxes ) akan menyebabkan perubahan EPS.
    Sama seperti Degree of Operating Leverage ( DOL ), DFL seperti pisau
    bermata dua, jika EBIT meningkat, EPS akan meningkat secara signifikan, sebaliknya jika EBIT turun, EPS juga akan turun secara signifikan.

    Kombinasi leverage Operasi dengan Leverage Keuangan
    Leverage operasi berkaitan dengan efek perubahan penjualan terhadap EBIT
    (laba sebelum bunga dan pajak). Sementara leverage keuangan berkaitan dengan efek perubahan EBIT terhadap EAT (laba setelah pajak). Perusahaan bisa
    mengkombinasikan keduanya untuk memperoleh leverage gabungan (DTL Degree Total/Combine Leverage)
    Secara formal DTL bisa dituliskan sebagai berikut :
    DTL = (∆% EPS)/(∆% Penjualan)

    Artinya sejauh mana dampak perubahan penjualan terhadap perubahan EPS

    Semakin tinggi hutang yang dipakai, semakin tinggi Degree of
    Operating Leverage ( DOL ). Penggunaan leverage keuangan yang besar mempunyai implikasi yang sama dengan penggunaan leverage operasi yang besar yaitu meningkatnya leverage. Dengan menggunakan leverage yang tinggi, perubahan EBIT yang sedikit akan meningkatkan EAT lebih besar.
    Jika EBIT meningkat maka EPS akan meningkat. EPS yang tinggi akan meningkatkan harga saham. Harga saham yang tinggi menunjukkan nilai perusahaan juga tinggi.

    Pembangunan Desa Tertinggal Kurangi Penduduk Miskin

    Kupang-- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan dana sebesar Rp80 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk mempercepat pembangunan desa tertinggal mulai 2011 dengan tujuan menurunkan prosentase penduduk miskin di daerah ini dari saat ini 23,31% menjadi sekitar 12% pada 2012.

    Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, penurunan penduduk miskin juga bertujuan mengejar target pembangunan abad milenium (MDGs) pada 2015. Yang pertama akan dilakukan adalah membentuk Desa Mandiri sejumlah 288 desa dan setiap desa mendapat dana pembangunan sebesar Rp250 juta untuk usaha-usaha produktif seperti pembangunan peternakan sapi dan budi daya jagung karena kedua jenis usaha tersebut merupakan bagian dari empat tekad pembangunan NTT yang diikuti dengan pembangunan koperasi dan penanaman pohon cendana.

    Kriteria desa penerima program ditentukan sesuai jumlah penduduk miskin di daerah itu dan desa dengan penduduk miskin terbanyak akan mendapat prioritas utama. Kriteria lainnya adalah bahwa desa tersebut harus terpencil, tidak sedang menerima program pengentasan penduduk miskin dari pemerintah, dan infrastruktur pelayanan sosial seperti air bersih, sanitasi, dan ruang layak huni masih rendah. Dalam program tersebut, setiap desa nantinya akan didampingi oleh satu orang sarjana yang bersedia tinggal di desa sampai program tersebut selesai dan berhasil.

    Sumber : http://www.desamodern.com/?r=site/content/detail/3/1404

    Perencanaan Pembangunan Desa (RPJMdes)

    Latar Belakang
    Efektivitas pembangunan dalam mengatasi berbagai permasalahan, untuk merespon kebutuhan dan menjawab tantangan perkembangan masyarakat, ditentukan sejauh mana proses pembangunan dapat meningkatkan kapasitas desa (atau sebutan lain, selanjutnya ditulis desa) mencapai kemandirian dan kesejahteraan, karena sebagian besar penduduk berada di daerah pedesaan. Dengan demikian, keberhasilan membangun desa akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan nasional secara makro. Dari cara pandang di atas, menjadi sangat penting untuk memacu peningkatan kapasitas masyarakat dan aparatur Pemerintahan Desa dengan meningkatkan daya dukung (support system) dalam pengelolaan pembangunan, yang mencakup, antara lain:
    1. Mutu, kesesuaian dan ketepatan perangkat lunak pembangunan desa (peraturan perundangan. pedoman, petunjuk pelaksanaan dan teknis lain terkait).
    2. Efektivitas sistem pengelolaan pembangunan desa.
    3. Kemampuan desa atau sebutan lain dalam menyelenggarakan pembangunan.
    4. Kemampuan dan keberdayaan masyarakat maupun aparatur Pemerintahan Desa.
    Salah satu persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pembangunan desa adalah terkait elemen perencanaan pembangunan desa (RPJM-Desa). Karena RPJM-Desa merupakan dokumen yang menunjukkan arah. tujuan dan kebijakan pembangunan desa. Maka, kualitas RPJM-Desa menjadi sangat penting untuk diperhatikan, baik dari segi proses penyusunan, kualitas dokumen maupun kesesuaiannya dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.
    Penyusunan RPJM-Desa berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 66 Tahun 2007 adalah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Permendagri dimaksud serta mendorong dan memfasilitasi Pemerintah Desa menyusun RPJM-Desa. Untuk mengakomodasi kepentingan tersebut perlu disediakan Petunjuk Teknis Penyusunan RPJM-Desa, yang merupakan turunan dari serta penjabaran secara rinci Permendagri No. 66 Tahun 2007.

    1.2. Peraturan Perundangan
    Peraturan perundangan yang dijadikan dasar dan acuan penyusunan RPJM Desa
    antara lain:
    1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
    2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4309);
    3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421):
    4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);
    5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
    6. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4587);
    7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah:
    8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.
    1.3. Pengertian
    1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat (APBDesa) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa, dan ditetapkan dengan Peraturan Desa.
    2. Desa, atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut desa. adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    3. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa tersebut.
    4. Lembaga Kemasyarakatan Desa atau disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat.
    5. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut (Musrenbang Desa) adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa dan pihak akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati rencana kegiatan di desa 1 (satu) tahunan.
    6. Pembangunan desa adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata. baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan keputusan, maupun indeks pembangunan manusia.
    7. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
    8. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.
    9. Perencanaan Pembangunan Desa dimaksud adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di desa guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu desa dalam jangka waktu tertentu. Wujud Perencanaan Pembangunan Desa adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa.
    10. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa selanjutnya disingkat (RPJMDesa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum, dan program, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program prioritas kewilayahan, disertai dengan rencana kerja.
    11. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta perkiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.
    12. Peraturan Desa (yang selanjutnya disingkat Perdes) adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa.
    1.4. Tujuan
    Tujuan penyusunan Petunjuk Teknis Perencanaan Pembangunan Desa adalah:
    • Menyediakan acuan yang dapat digunakan berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyusunan RPJM Desa — RKP Desa:
    • Menyediakan instrumen yang dapat digunakan berbagai pihak untuk menilai kualitas proses penyusunan dan dokumen RPJM Desa — RKP Desa;
    • Menyediakan acuan yang dapat digunakan berbagai pihak yang berkompeten untuk mengevaluasi dan menemukenali kekuatan dan kelemahan berbagai aspek perencanaan pembangunan desa:
    • Mendorong Pemerintah Desa meningkatkan kualitas proses penyusunan dan dokumen RPJM Desa — RKP Desa, dan
    • Mendorong terwujudnya RPJM Desa — RKP Desa sebagai dokumen perencanaan yang penting dan berfungsi secara efektif dalam pelaksanaan pembangunan desa.

    Sabtu, 06 Agustus 2011

    Apa yang dimaksud dengan akuntansi???

    Seorang pelake ekonomi pasti tidak asing dengan kata yang dimaksud diatas; "Akuntansi", tapi tidak menutup kemungkinan banyak diantara kita seorang pelaku ekonomi belum paham betul tentang pengertian dari akuntansi.

    Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

    Pengertian Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro

    Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

    Sedangkan yang dimaksud dengan ekonomi makro adalah atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

    Rabu, 03 Agustus 2011

    Tips Menangani Demam Pada Bayi dan Anak-anak

    Sebagai seorang ibu dituntut untuk benar-benar tahu bagaimana menghadapi setiap kondisi anak. Terutama tentang tumbuh kembang anak dan kesehatan anak. Bayi dan anak-anak rentan sekali terserang penyakit makanya tak heran kalau sering sekali mereka demam. Jadi sebagai orang tua kita harus belajar dan tahu tentang apa itu demam. Liyut akan berbagi pembahasan dari dr. Tri Rejeki Herdiana di Liputan 6 soal menangani demam pada si kecil.
    demam bayi Cara Menangani Demam Pada Bayi dan Anak anak

    Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius. Anak Anda mengalami demam apabila dengan pengukuran suhu temperatur :
    Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius
    Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
    Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius

    Apa Penyebab Demam?
    Demam terjadi ketika “termostat” dalam tubuh meningkatkan temperatur tubuh di atas batas normal. Termostat ini berada di salah satu bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Hipotalamus akan mengatur temperatur tubuh yang sesuai dan akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menjaga temperatur normal.

    Terkadang hipotalamus akan “mengatur” temperatur tubuh menjadi lebih tinggi sebagai respon terhadap infeksi, penyakit, dan penyebab lainya. Para peneliti mengemukakan bahwa peningkatan temperatur tubuh merupakan cara tubuh untuk melawan kuman yang menyebabkan infeksi dan membuat tubuh sebagai tempat yang tidak nyaman bagi kuman tersebut.

    Demam merupakan suatu gejala dan bukanlah penyakit. Demam dapat disebabkan karena infeksi, kondisi yang terlalu panas, imunisasi, dan penyebab lainnya.

    Bagaimana mengukur suhu pada anak?
    Mengukur suhu dengan menggunakan tangan pada dahi, pipi, atau perut anak bukanlah cara yang baik untuk mengukur demam. Anda sebaiknya mengukur peningkatan suhu pada anak menggunakan termometer untuk meyakinkan bahwa anak Anda terkena demam. Jenis termometer di antaranya adalah termometer raksa, termometer digital, dan termometer timpanik yang diletakkan pada telinga. Cara pengukuran termometer raksa di antaranya adalah :

    Untuk bayi dan balita:
    Pengukuran terbaik menggunakan termometer yang diletakkan pada ketiak. Taruh ujung termometer pada pertengahan ketiak, pegang dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk menahan lengan bayi agar tidak terbuka. Tahan termometer selama tiga hingga empat menit

    Usia lima tahun keatas:
    Pengukuran terbaik adalah dengan menggunakan termometer yang diletakkan pada mulut. Apabila anak baru makan sesuatu yang dingin atau panas, tunggu 10 menit baru mengukur suhu. Baringkan anak Anda, taruh termometer di bawah lidahnya, beritahukan kepada anak Anda untuk menutup mulutnya namun jangan menggigit. Tahan termometer selama dua hingga tiga menit

    Apakah anak sebaiknya dimandikan apabila demam?
    Memandikan dengan menggunakan busa atau lap basah merupakan salah satu cara yang baik untuk menurunkan demam apabila anak muntah atau tidak dapat meminum obat penurun demam. Terkadang, mandi dan minum obat penurun demam dapat menurunkan demam dan membuat anak merasa lebih nyaman. Gunakan air hangat dan lap anak Anda dengan busa khusus atau lap mandi.

    Bagaimana cara menangani demam pada anak ?
    Tanpa obat :
    Bila anak Anda tetap makan, minum, dan bermain seperti biasa, kemungkinan dia tidak membutuhkan obat penurun panas.
    Pakaikan baju yang tipis atau pakaikan hanya pakaian dalam sehingga anak akan melepaskan panas lewat kulitnya.
    Kompres anak dengan menggunakan air hangat pada dahi, leher, ketiak, dada. Jangan biarkan kompres mengering di badan anak, angkat kompres ketika setengah kering, celup kembali di air hangat, peras, letakkan di badan anak.
    Jangan menggunakan alkohol sebagai kompres anak. Alkohol dapat menyebabkan kehilangan panas terlalu cepat sehingga menyebabkan intoksikasi atau keracunan alkohol.
    Tutupi anak dengan selimut tipis apabila anak kedinginan atau menggigil.
    Istirahatkan anak Anda karena aktivitas dapat meningkatkan demam.
    Berikan anak cairan ekstra berupa air, jus, atau susu. Apabila anak tidak mau minum, berikan anak cairan apapun yang dia inginkan.

    Dengan obat :
    Obat dapat membantu anak untuk merasa lebih baik namun tidak menghentikan demam.
    Berikan Parasetamol setiap empat jam sekali atau enam kali sehari.
    Bacalah labelnya dan ikuti petunjuk yang ada sesuai dengan umur dan berat badan anak.
    Diskusikan dengan dokter sebelum memberikan Ibuprofen.
    Jangan berikan Aspirin pada anak di bawah 16 tahun karena dapat menyebabkan penyakit yang serius seperti Sindrom ReyeĆ¢€™s yang dapat mengakibatkan kerusakan otak dan hati.

    Kapan sebaiknya ke dokter?
    Hubungi dokter apabila bayi Anda demam dengan temperatur rektal lebih tinggi dari 38 derajat celcius, dan berusia di bawah tiga bulan
    Hubungi dokter apabila temperatur anak pada usia tiga bulan hingga tiga tahun mencapai suhu 39 derajat celcius atau lebih.
    Hubungi dokter apabila anak demam dan hilang nafsu makan, sakit kepala, muntah atau nyeri perut, menangis melebihi biasa, mengalami nyeri pada tenggorokan, sulit bernapas, nyeri pada telinga, dan nyeri ketika berkemih

    Demam biasa tidak akan berlangsung lebih dari tiga hari. Hubungi dokter bila temperatur anak tidak turun setelah tiga hari dan telah dilakukan semua tindakan di atas.(LUC)

    Sumber : Liputan 6.com.

    PNPM Generasi Untuk Menyambut Window of Opportunity

    Tiga tujuan utama Millenium Development Goals (MDG’s) dalam bidang kesehatan adalah, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, serta memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya. Sementara target utama MDG’s dibidang pendidikan adalah, memastikan semua anak laki-laki maupun perempuan dimanapun untuk dapat menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 2015.

    Tentunya amanat MDG’s diatas menjadi sesuatu yang amat positf bagi pembangunan nasional bangsa Indonesia. Kesehatan dan pendidikan merupakan 2 faktor pnting dalam pembangunan manusia Indonesia, selain penanggulangan kemiskinan tentunya. Apa yang tercantum dalam dokumen MDG’s sebisa mungkin sudah teradopsi dalam dokumen-dokumen resmi Negara, seperti, Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Pembangunan Nasional Jangka Pendek, Menengah, maupun Panjang .

    Dalam RKP 2008 pendidikan dan kesehatan menempati prioritas keempat yaitu peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan kesehatan. Prioritas tersebut dijabarkan dalam beberapa fokus kerja, antara lain; Pertama, Akselarasi penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang merata dan bermutu. Kedua, Peningkatan ketersediaan, kualitas, dan kesejahteraan pendidik. Ketiga, Peningkatan akses, pemerataan, dan relevansi pendidikan menengah dan tinggi yang berkualitas. Keempat, Peningkatan pendidikan luar sekolah. Kelima,Keenam,Ketujuh, Pencegahan pemberantasan penyakit menular. Kedelapan, Penanganan masalah gizi kurang dan gizi buruk pada ibu hamil. Kesembilan, Peningkatan pemanfaatan obat generic esensial, pengawasan obat, makanan dan keamanan pangan. Kesepuluh, Revitalisasi program KB. Peningkatan Aksesibilitas, pemerataan, keterjangkauan, dan kualitas pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin. Peningkatan ketersediaan tenaga medis dan paramedis terutama untuk pelayanan dasar kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal.

    Tentunya program-program tersebut menjadi tanggung jawab bersama para aparatur pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Kebersamaan dalam mensukseskan rencana kerja pemerintah haruslah menjadi semangat para birokrat, apalagi tugas untuk mencerdaskan dan menyehatkan kehidupan bangsa telah diamanatkan oleh para ”Founding Fathers” negeri ini yang tercantum dalam teks pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

    Dalam laporan pencapaian MDG’s Indonesia 2007, khususnya pencapaian dibidang pendidikan dan kesehatan dinilai sesuai dengan target yang telah ditetapkan atau on track. Namun pencapaian tersebut tidak serta-merta membuat pemerintah berbangga diri, sebab dibalik kesuksesan tersebut masih banyak agenda-agenda pembangunan yang perlu dituntaskan. Di dunia pendidikan misalnya, pemerataan akses dan kualitas pendidikan, pemenuhan dan pendidikan murah dan gratis serta pemenuhan 20 persen anggaran pendidikan dari APBN menjadi agenda yang perlu dituntaskan. Untuk bidang kesehatan, penanganan penyakit pandemic, seperti penyebaran virus flu burung, DBD, diare, HIV/AIDS hingga kasus polio, dan busung lapar masih menjadi batu sandungan yang perlu disingkirkan, apalagi dengan semakin maraknya bencanadi tanah air tentunya akan semakin menambah buram pembangunan kesehatan di Negeri ini.

    Terkait dengan masih beragamnya persoalan yang ada dibidang pendidikan maupun kesehatan lagi-lagi rumah tangga miskin adalah yang paling rentan yang menerima beban tersebut. Bagi rumah tangga miskin akan dihadapkan pada pilihan dilematis, memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan atau memenuhi kebutuhan makanan. Apabila rumah tangga miskin hanya memilih memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan, maka jiwa anggota keluarganya terancam karena asupan makanan yang menopang hidupnya akan berkurang. Namun, kalau rumah tangga miskin hanya memenuhi kebutuhan makanan saja maka rumah tangga miskin tersebut akan terus mewarisi generasi yang miskin dan tidak berpendidikan dengan derajat kesehatan rendah.

    Melihat kondisi tersebut adalah tugas dan peran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mencarikan jalan keluarnya. Satu sisi pemerintah bertugas mengurangi jumlah penduduk miskin, disisi lain pemerintah juga bertugas memberdayakan masyarakat agar tidak kembali lagi ke jurang kemiskinan. Tugas dan fungsi inilah yang saat ini sedang dijalankan pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri).

    PNPM sebagai program nasional yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan, melihat permasalahan pendidikan dasar dan kesehatan , khususnya kesehatan ibu dan anak sebagai fokus kegiatan yang wajib untuk ditangani. Oleh karena itu, maka dicanangkan dan dilaksanakanlha Program Nsional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat dan Cerdas. Dan sebagai pilot proyeknya untuk saat ini dilaksanakan di 5 Propinsi.

    PNPM Generasi adalah program fasilitasi masyarakat dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan kegiatan untuk peningkatan derajat kesehatan Ibu dan Anak, serta peningkatan akses pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs). Sebagai stimulan program menyediakan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), serta upaya fasilitasi munculnya pendanaan dari sumber lain, baik dari masyarakat, pemerintah daerah, maupun kelompok lain yang peduli.

    Sebagai program nasional PNPM Generasi diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan rumah tangga miskin. Sebagai gambaran, apabila setiap rumah tangga miskin yang saat ini berjumlah 3,9 juta, mempunyai satu anak usia balita dan satu anak usia sekolah tersentuh oleh PNPM Generasi maka berapa banyak anak-anak rumah tangga miskin yang notabenenya juga sebagai penerus generasi bangsa akan memiliki kualitas pendidikan yang tinggi serta derajat kesehatan yang baik, itu artinya dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan mampu memutuskan mata rantai kemiskinan serta dapat mengurangi beban pembangunan.

    PNPM Generasi atau dulu dikenal dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dapat juga dijadikan instrumen untuk menyambut apa yang disebut ”window of opportunity” atau jendela kesempatan. Window of Opportunity adalah kondisi dimana jumlah penduduk yang berusia produktif (15-64 tahn) meningkat sedangkan jumlah usia yang tidak produktif (0-14 tahun dan 64+) menurun. Dalam window of opportunity penduduk tidak lagi menjadi beban pembangunan bahkan menguntungkan pembangunan (Bonus Demografi). Dan diperkirakan pada tahun 2015 beban tersebut akan mencapai titik terendah yaitu 44,7 persen. Dengan begitu kesempatan untuk meraih peluang untu kmeningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin terbuka lebar.

    Selasa, 02 Agustus 2011

    Awas Penipuan Proyek PNPM..!!!!

    GROBOGAN- Wakil Bupati Grobogan, H Icek Baskoro, meminta para camat dan perangkat desa di wilayahnya agar mewaspadai adanya penipuan berkedok Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan.

    Hal tersebut disampaikan setelah adanya salinan radiogram dari Dirjen Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Depdagri serta Sekda Provinsi Jateng, yang diterimanya 16 April lalu.

    ''Isinya, Dirjen PMD dan Sekda Provinsi meminta Bupati/ Wali Kota mewaspadai aksi penipuan mengatasnamakan pejabat pemerintah pusat. Sebab masih ada saja oknum yang menghubungi camat atau perangkat desa untuk meminta sejumlah uang terkait proyek bantuan dari Jakarta,'' ujar Icek, Jumat (17/4).

    Ditegaskan, Depdagri cq Dirjen PMD tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti itu, yakni memungut uang untuk memuluskan proyek pemerintah pusat. Apabila muncul kasus seperti itu, diminta langsung melapor ke polisi.

    Dia menjelaskan, PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun 2015. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) oleh pemerintah.
    Indikator.

    Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada sejumlah indikator akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target MDGs tersebut. Awalnya pada 2007, pelaksanaan PNPM Mandiri dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK).

    Kemudian dilanjutkan 2008, diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga diprioritaskan pada desa-desa tertinggal.

    Mengutip situs resmi pemerintah, Icek mengatakan PNPM Mandiri sekaligus diperkuat program pemberdayaan masyarakat dari berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah.

    Di wilayah Grobogan berdasarkan surat penetapan lokasi kegiatan PNPM Mandiri Tahun 2008 No: B.177/MENKO/KESRA/10/2007 kecamatan yang dijadikan lokasi PNPM, yakni Tegowanu, Gubug, Geyer, Pulokulon, Gabus, Wirosari dan Pulokulon. (H41-18)

    Sumber : Website Suara Merdeka (www.suaramerdeka.com)

    Download Kliping PNPM Mandiri


    Dibawah ini terdapat sekitar 686 Kliping untuk PNPM mandiri yang bisa anda download secara gratis dari web kami, berbagai macam informasi yang bisa anda dapatkan dari kliping-kliping tersebut, untuk lebih lengkapnya silakan lihat list kliping yang tersaji dibawah :







    Untuk melihat semua daftar kliping yang ada, silakan KLIK DISINI

    Senin, 01 Agustus 2011

    Apa itu PNPM Mandiri perdesaan???

    Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan. PNPM Mandiri Perdesaan mengadopsi sepenuhnya mekanisme dan prosedur Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak 1998. PNPM Mandiri sendiri dikukuhkan secara resmi oleh Presiden RI pada 30 April 2007 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.


    Program pemberdayaan masyarakat ini dapat dikatakan sebagai program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air. Dalam pelaksanaannya, program ini memusatkan kegiatan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah perdesaan. Program ini menyediakan fasilitasi pemberdayaan masyarakat/ kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung. Besaran dana BLM yang dialokasikan sebesar Rp750 juta sampai Rp3 miliar per kecamatan, tergantung jumlah penduduk.


    Dalam PNPM Mandiri Perdesaan, seluruh anggota masyarakat diajak terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya.


    Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana hibah dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah koordinasi Bank Dunia.